Friday, June 19, 2026
Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut
  • Home
  • Tentang PPAL
    • Sejarah
    • Karakter dan Fitur PPAL
    • Visi & Misi
    • Pengurus Organisasi
      • PPAL Wilayah
      • PPAL Pusat
        • Struktur Organisasi
        • Pengurus Pusat
        • Dewan Pertimbangan
        • Dewan Pakar
    • PIPAL
    • PP Kowal
    • Ladzis
    • Redaksi Jalasena
    • Yayasan
    • Kontak
  • Agenda
  • Berita
  • Opini
  • Galeri
  • Majalah
No Result
View All Result
Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut
  • Home
  • Tentang PPAL
    • Sejarah
    • Karakter dan Fitur PPAL
    • Visi & Misi
    • Pengurus Organisasi
      • PPAL Wilayah
      • PPAL Pusat
        • Struktur Organisasi
        • Pengurus Pusat
        • Dewan Pertimbangan
        • Dewan Pakar
    • PIPAL
    • PP Kowal
    • Ladzis
    • Redaksi Jalasena
    • Yayasan
    • Kontak
  • Agenda
  • Berita
  • Opini
  • Galeri
  • Majalah
No Result
View All Result
Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut
No Result
View All Result
Home Berita

Sistem Tata Kelola Maritim Nasional Harus Terintegrasi

by Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut
February 23, 2019
in Berita
0
Sistem Tata Kelola Maritim Nasional Harus Terintegrasi

Focus Group Discussion (FGD) Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut, di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Share on FacebookShare on Twitter

Bangsa Indonesia harus dapat menciptakan sistem tata kelola maritim nasional yang terintegrasi, komprehensif, efektif dan efisien. Dengan demikian maka diharapkan cita-cita menjadi negara poros maritim dunia dapat segera terwujud.

“Salah satu strategi untuk menciptakan kebijakan sistem tata kelola maritim nasional bisa dilakukan dengan harmonisasi sistem hukum nasional di bidang kemaritiman,” kata Wakil Ketua I DPD, Nono Sampono dalam Focus Group Discussion (FGD) Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut, di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Menurut Nono, upaya lain yang tidak kalah penting untuk mewujudkan sistem tata kelola maritim nasional yang baik, yakni dengan lebih mengintensifkan fungsi Kemko Maritim sebagai koordinator dalam membuat perencanaan yang terintegrasi. Selain itu, pembangunan sistem tata pemerintahan di bidang kelautan tingkat daerah maupun pusat juga harus dilakukan secara efisien dan terintegrasi.

Dijelaskan Nono, langkah strategis mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia juga wajib dengan menyiapkan SDM yang sudah diubah pola pikirnya untuk memperkuat kesadaran lingkungan laut dan maritim.

“Selain itu, penguatan dan pembangunan infrastruktur maritim, optimalisasi pemanfaatan potensi maritim, hingga kerja sama internasional juga perlu lebih ditingkatkan,” ujar Nono.

Menurut Nono, selain menghadapi tantangan dari dalam negeri sendiri, untuk mewujudkan negara poros maritim dunia di Indonesia juga menghadapi tantangan dari luar. Utamanya terkait potensi konflik perairan di kawasan Asia Pasifik yang melibatkan dua negara besar yakni Tiongkok dan Amerika.

“Ada persaingan pengaruh langsung di Samudera Hindia dan Laut Cina Selatan, dimana Indonesia berada di tengah-tengahnya,” kata Nono.

Nono mengingatkan, eskalasi ketegangan kawasan di Asia Pasifik tidak bisa dianggap remeh. Sengketa-sengketa perairan akan dapat memicu perang terbuka. Karena itulah, Indonesia juga memiliki peran penting dan strategis, yakni ikut menjaga kawasan Asean agar tidak masuk dalam wilayah konflik.

“Untuk itu, Indonesia juga sangat perlu memperkuat posisi tawar dengan membangun kekuatan maritim. Baik itu kekuatan maritim ekonomi maupun militer,” ucap Nono.

Untuk mempermudah dalam koordinasi kelautan, Nono juga menilai, Indonesia perlu mengurangi instansi yang terlibat dalam pengelolaan laut di Indonesia. Jangan sampai, instansi-instansi yang merasa berkepentingan membuat proses mewujudkan negara poros maritim dunia bisa terhambat.

“Instansi yang terlibat dalam pengelolaan laut Indonesia terlalu banyak. Cukup satu atau dua, agar tidak terjadi ketimpangan kebijakan dalam upaya penegakkan hukum laut,” kata Nono.

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapennas), Arifin Rudiyanto, menjelaskan, konsep negara maritim Indonesia adalah negara yang mampu memanfaatkan wilayah laut sebagai pengembangan kekuatan geopolitik, kekuatan militer, kekuatan ekonomi, hingga kekuatan budaya bahari.

“Strategi utamanya tetap memperkuat politik maritim dan memperkuat ekonomi maritim. Menempatkan NKRI sebagai poros maritim dunia juga harus membangun kekuatan pertahanan maritim,” kata Arifin Rudiyanto.

Previous Post

Pembangunan Nasional Harus Berorientasi pada Pengembangan Sektor Maritim

Next Post

Maritim, Pusat Strategi Pemerintah RI

Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut

Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut

Related Posts

PPAL Perkuat Sinergi Kemaritiman Melalui Kunjungan ke INSA
Berita

PPAL Perkuat Sinergi Kemaritiman Melalui Kunjungan ke INSA

June 18, 2026
Ketua Umum PPAL Buka Forum Diskusi Jalasena Maritime Studies
Berita

Ketua Umum PPAL Buka Forum Diskusi Jalasena Maritime Studies

June 10, 2026
Ketua Umum PPAL dan Ketua PIPAL Kunjungi PPAL Rayon Sukabumi–Cianjur, Perkuat Silaturahmi dan Dukungan Organisasi
Berita

Ketua Umum PPAL dan Ketua PIPAL Kunjungi PPAL Rayon Sukabumi–Cianjur, Perkuat Silaturahmi dan Dukungan Organisasi

May 23, 2026
Ketua Umum PPAL Hadiri Halal Bihalal Bersama LVRI, Perkuat Silaturahmi dan Semangat Kebangsaan
Berita

Ketua Umum PPAL Hadiri Halal Bihalal Bersama LVRI, Perkuat Silaturahmi dan Semangat Kebangsaan

April 8, 2026
PPAL Pusat Laksanakan Halal Bihalal dengan Seluruh Purnawirawan di Wilayah Surabaya
Berita

PPAL Pusat Laksanakan Halal Bihalal dengan Seluruh Purnawirawan di Wilayah Surabaya

March 27, 2026
Forum Silaturahmi, Ketua Umum PPAL Pusat Laksanakan Buka Puasa Bersama Kasal dan Mantan Kasal, Mantan Wakasal, Mantan Pangkormar, serta Purnawirawan TNI AL Wilayah Jakarta
Berita

Forum Silaturahmi, Ketua Umum PPAL Pusat Laksanakan Buka Puasa Bersama Kasal dan Mantan Kasal, Mantan Wakasal, Mantan Pangkormar, serta Purnawirawan TNI AL Wilayah Jakarta

March 5, 2026
Next Post
Maritim, Pusat Strategi Pemerintah RI

Maritim, Pusat Strategi Pemerintah RI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

  • PPAL Perkuat Sinergi Kemaritiman Melalui Kunjungan ke INSA
  • Ketua Umum PPAL Buka Forum Diskusi Jalasena Maritime Studies
  • Ketua Umum PPAL dan Ketua PIPAL Kunjungi PPAL Rayon Sukabumi–Cianjur, Perkuat Silaturahmi dan Dukungan Organisasi
  • Ketua Umum PPAL Hadiri Halal Bihalal Bersama LVRI, Perkuat Silaturahmi dan Semangat Kebangsaan
  • Strong Leadership – Budaya & Keteladanan

Komentar Terbaru

  • FX Karyoso on Lansia Purnawirawan TNI AL Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19 PPAL
  • Andriani mongi on Musyawarah Wilayah (Muswil) PPAL Wilayah V/Surabaya

Kategori

  • Agenda
  • Berita
  • Galeri
  • Info PPAL
  • Majalah
  • Opini
  • Video

Berita Terbaru

PPAL Perkuat Sinergi Kemaritiman Melalui Kunjungan ke INSA

PPAL Perkuat Sinergi Kemaritiman Melalui Kunjungan ke INSA

June 18, 2026
Ketua Umum PPAL Buka Forum Diskusi Jalasena Maritime Studies

Ketua Umum PPAL Buka Forum Diskusi Jalasena Maritime Studies

June 10, 2026

Kategori

  • Agenda
  • Berita
  • Galeri
  • Info PPAL
  • Majalah
  • Opini
  • Video

Tentang PPAL

  • Sejarah
  • Karakter dan Fitur PPAL
  • Visi & Misi
  • Pengurus Organisasi
  • Yayasan
Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut

Jl. Tabah Raya No. 1 Komplek TNI AL Kelapa Gading Barat Jakarta Utara 14240, Telp. (021) 45847189
Fax. (021) 54847189
email : ppalpusat@yahoo.com; jalasena.magazine@gmail.com;
Website: www.ppal.or.id

© 2019-2022 Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut.

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang PPAL
    • Sejarah
    • Karakter dan Fitur PPAL
    • Visi & Misi
    • Pengurus Organisasi
      • PPAL Wilayah
      • PPAL Pusat
    • PIPAL
    • PP Kowal
    • Ladzis
    • Redaksi Jalasena
    • Yayasan
    • Kontak
  • Agenda
  • Berita
  • Opini
  • Galeri
  • Majalah

© 2019-2022 Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut.